Kenali 4 Penyebab Sesak Napas Saat Hamil

Kenali 4 Penyebab Sesak Napas Saat Hamil

 Sesak napas tentu sangat mengganggu aktifitas Anda. Napas menjadi tidak lega lantaran ada perasaan tertekan di dada. Beberapa perempuan mengalami sesak napas saat hamil mulai dari trimester pertama hingga trimester ketiga. Dalam artikel Orami Magazine ini, akan dibahas mengapa perempuan yang hamil mengalami sesak napas.

Penyebab Sesak Napas

Ketika seorang perempuan hamil, terjadi berbagai perubahan secara fisik maupun secara psikis. Perubahan ini dipicu oleh berbagai hal, mulai dari karena kehamilan itu sendiri dan hal lain di luar faktor kehamilan. Berikut ini adalah beberapa penyebab sesak napas yang dialami oleh ibu hamil:

1.     Ukuran Rahim

Pada saat mengandung buah hati, ukuran rahim Anda yang awalnya normal akan membesar karena ada janin yang mengisi di dalamnya. Semakin lama janin yang sehat akan membesar. Ukuran rahim berkembang, rahim dapat mendesak hingga diafragma.

Diafragma merupakan selaput pembatas untuk membatasi perut, jantung, dan paru-paru. Tekanan ini merupakan penyebab Anda mengalami sesak napas, terutama jika ukuran janin semakin membesar. Diafragma akan naik sejak trimester pertama kehamilan. Oleh karena itu, Anda terkadang mengalami sesak.

2.     Produksi Hormon Progesteron Meningkat

Hormon progesteron dikenal sebagai hormon kehamilan. Hormon ini membantu sistem reproduksi serta pertumbuhan janin di dalam perut Anda. Progesteron juga salah satu hormon yang membantu rahim untuk tumbuh kembang janin.

Pada saat Anda hamil, produksi hormon ini akan meningkat. Karena proses produksi tersebut, kadarnya juga akan bertambah. Hal ini menyebabkan napas akan berpacu dengan cepat dan sehingga menyebabkan sesak napas saat hamil.

Untuk mengatasi sesak napas, Anda bisa mengatur posisi duduk atau menggunakan batal hamil saat tidur. Lebih jelasnya, Anda dapat membaca di Orami Magazine.

3.     Ukuran Janin dan Posisi Bayi

Sesak napas yang dialami oleh Anda saat hamil juga dikarenakan ukuran janin. Jika janin yang ada di rahim Anda berukuran besar, maka akan mempengaruhi ukuran rahim dan bisa menekan diafragma.

Selain itu, pada trimester ketiga, posisi bayi bisa menyebabkan sesak napas. Kepala bayi seharusnya berada di panggul. Ketika kepala bayi belum terbalik dan masih di dekat diafragma, maka kepala anak Anda akan menekan diafragma tersebut. Karena tekanan ini, Anda akan merasakan sesak napas.

4.     Penyakit Tertentu

Selain permasalahan di atas, sesak napas juga bisa terjadi karena penyakit bawaan ibu seperti asma, tekanan darah tinggi, dan anemia. Penyakit lain yang bisa menyebabkan sesak napas adalah adanya emboli paru. Penyakit ini merupakan penyakit serius yang perlu ditangani segera agar bisa menyelamatkan ibu dan anak.

Saat terjadi emboli paru, terjadi perubahan pada arah aliran bekuan darah. Bekuan darah yang harusnya mengalir ke luar paru-paru, justru masuk ke dalam saluran napas tersebut. Oleh karena itu, jika sesak napas tidak wajar, Anda harus segera memeriksakan diri.

Sesak napas saat hamil sebenarnya cukup wajar. Namun, Anda harus waspada ketika sesak napas saat hamil disertai dengan nyeri dada, tidak bisa bernapas saat berbaring, dan juga batuk. Jika mengalami hal tersebut, segeralah ke dokter. Untuk mengatasi sesak napas yang masih dapat ditangani sendiri, Anda bisa membaca Orami Magazine untuk mendapat tips menangani sesak napas.