Fungsi laporan penjualan bagi UMKM

Dalam mengelola bisnis apapun, laporan penjualan menjadi hal yang harus diperhatikan baik-baik. Laporan penjualan ini bisa menjadi tolak ukur sekaligus validasi apakah bisnis kamu berjalan dengan sehat atau tidak.

Membuat laporan penjualan sebenarnya tidak terlalu rumit, kamu hanya memerlukan ketekunan dan ketelitian dalam memasukkan setiap poin di dalamnya.

Untuk bisa membuat laporan penjualan yang lengkap, simak terus penjelasannya di bawah ini.

 

Mengenal Laporan Penjualan
Jika laporan keuangan adalah gambaran secara menyeluruh tentang kondisi finansial bisnis kamu, laporan penjualan adalah salah satu instrumen di dalam laporan keuangan. Pada dasarnya laporan ini adalah sebuah catatan tentang produk-produk yang telah terjual dan menampilkan informasi seputar berapa banyak produk yang terjual, produk-produk apa saja yang terjual, harga produk yang terjual, periode penjualan, dan analisis tentang penjualan itu sendiri.

Metrik-metrik tersebut menjadi gambaran secara umum yan berfokus pada aktivitas penjualan dalam sebuah bisnis. Selain mendapatkan gambaran tentang aktivitas penjualan, laporan penjualan juga bisa berfungsi untuk hal-hal lainnya dalam mengembangkan bisnis kamu.

 

 

Fungsi Laporan Penjualan
Secara sederhana, dengan melihat laporan penjualan yang komprehensif kamu bisa memberikan penilaian sendiri tentang bagaimana kemajuan bisnis kamu selama ini. Bahkan menurut Wallstreetmojo, laporan penjualan menjadi sangat vital karena bisa menyangkut sukses atau tidaknya sebuah bisnis. Berikut adalah fungsi-fungsi laporan penjualan yang perlu kamu ketahui.

1. Instrumen pertanggungjawaban
Bisnis sangat berkaitan dengan modal usaha, bagi yang menggunakan investor tentunya laporan penjualan ini bisa menjadi salah satu instrumen pertanggungjawaban terhadap investor atau siapa pun yang berkaitan dengan bisnis kamu.

2. Penyusunan anggaran
Laporan penjualan yang terperinci bisa membantu kamu dalam menyusun anggaran untuk periode sebelumnya. Kamu bisa membuat proyeksi anggaran berdasarkan laporan penjualan ini, mulai dari bujet untuk membeli produk, pengembangan bisnis, dan yang lainnya.

Jika bingung, hubungi saja ahli nya disini : Jasa audit

 

3. Proyeksi pendapatan
Melalui catatan penjualan ini kamu bisa melihat produk-produk apa saja yang terjual dalam periode sebelumnya. Hal ini bisa membuat kamu lebih mudah dalam menyusun strategi dan membuat proyeksi pendapatkan untuk periode berikutnya. Kamu bisa melihat barang-barang apa saja yang selalu laku atau yang laku hanya dalam saat-saat tertentu.

Dari sini kamu bisa melakukan strategi dalam penyediaan stok barang-barang. Barang apa saja yang harus selalu ada dan barang apa saja harus disediakan pada periode tertentu. Dengan cara ini kamu tidak perlu berspekulasi lebih besar saat melakukan pengadaan barang.

4. Meningkatkan kualitas kontrol terhadap produk
Laporan penjualan sangat berkaitan dengan produk yang keluar dan produk apa saja yang masih tersimpan. Dari catatan produk yang berhasil terjual, kamu bisa melihat produk apa saja yang berkualitas baik sehingga bisa dengan mudah terjual dengan cepat.

Selain itu, kamu juga bisa mengetahui dengan pasti produk-produk apa saja yang masih tersimpan untuk melakukan pengecekan kualitas produk tersebut setelah cukup lama tersimpan di toko/gudang.

5. Mempermudah membuat laporan keuangan
Salah satu elemen dalam laporan keuangan adalah keuntungan yang masuk dari berjalannya bisnis. Dengan memiliki laporan penjualan kamu tinggal memasukkannya saja ke dalam laporan keuangan sehingga pengukuran antara pengeluaran dan pemasukkan dapat dengan mudah terlihat.

6. Melakukan evaluasi
Laporan penjualan yang positif atau negatif sangatlah penting dimiliki untuk melakukan evaluasi terhadap bisnis ke depannya. Jika positif, kamu bisa melihat apa saja yang harus dikembangkan agar nilainya semakin meningkat. Jika negatif, kamu bisa mengevaluasi produk-produk apa saja yang tidak laku terjual dan menganalisis letak masalahnya dan mencegah agar hal ini tidak terulang lagi ke depannya.